musik

Selasa, 03 Desember 2013

lingkungan hidup





Istilah lingkungan sering dipadankan maknanya dengan dunia, alam
semesta, planet bumi dan lainnya. Istilah ini merupakan pengalihan dari istilah
asing environment (Inggris), I’evironement (Perancis), umwelt (Jerman),
milieu (Belanda), alam sekitar (Malaysia), kapiligiran (Tagalok), sivatlom
(Thailand), al-bi’ah (Arab) dan lain-lain.1 Pengertian lingkungan sendiri
dalam masyarakat ilmiah beraneka ragam meskipun substansinya sama.
Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH), pengertian lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan prilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan prikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya.2 Emil salim mengartikan lingkungan hidup secara
umum sebagai segala benda, kondisi keadaan dan pengaruh yang terdapat
dalam hidup termasuk kehidupan manusia.3 Lingkungan hidup menurut
Tresna Sastrawijaya adalah jumlah semua benda hidup dan tidak hidup serta
kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati.4
Dalam pandangan Islam, konsep lingkungan diperkenalkan oleh al-
Qur’an dengan beragam term. Pertama, digunakan dalam makna spesies (alālamin),
yaitu seluruh spesies maupun spesies manusia. Kedua, digunakan
dalam makna dimensi ruang waktu atau semesta (al-samā’). Dalam makna,
lingkungan tercakup makna yang lebih luas, yaitu seluruh lingkup hidrosfir,
biosfir, atmosfir dan spacefir. Ketiga, digunakan dalam makna bumi (alardh),
yaitu lingkungan planet bumi yang terhampar sebagai tempat hidup
organisme kehidupan dan lingkungan proses penciptaan planet bumi.
Keempat, digunakan dalam makna ruang kehidupan (al-bī’ah), yaitu ruang
kehidupan bagi spesies, khususnya spesies manusia.5
Manusia dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik,
manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya dan sebaliknya, manusia juga
dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Dan ilmu yang mempelajari hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya disebut ekologi.
Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Haeckel, seorang
ahli biologi bangsa Jerman, pada tahun 1869, ekologi berasal dari bahasa
Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal, dan Logos yang
berarti ilmu, jadi ekologi mempunyai arti ilmu tentang rumah atau tempat
tinggal makhluk hidup. Haeckel mendefinisakan ekologi sebagai ilmu tentang
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan biotik
maupun abiotiknya.6 Titik dan trianto mendefinisikan ekologi secara
etimologis adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk hidup di rumah
termasuk proses dan pelaksanaan fungsi dan hubungan antar komponen secara
keseluruhan. Secara terminologis ekologi adalah ilmu yang mengkaji tentang
proses interrelasi dan interdependensi antara organisme dalam satu wadah
lingkungan tetentu secara keseluruhan.7
Lingkungan hidup pada manusia maupun makhluk hidup lainnya
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Lingkungan hidup internal, yakni proses fisiologis dan biokimia yang
berlangsung dalam tubuh manusia pada saat tertentu yang juga mampu
menyesuaikan diri dengan perubahan dan keadaan yang terjadi di luar
tubuh untuk kelangsungan hidupnya atau disebut juga bersifat
homeostatis. Contoh perubahan temperatur dari panas ke dingin.
b. Lingkungan hidup eksternal, yakni segala sesuatu yang berupa benda hidup
atau mati, ruang energi, keadaan sosial, ekonomi maupun budaya yang
dapat membawa pengaruh terhadap prikehidupan manusia di muka bumi
ini.8 Komponen lingkungan hidup eksternal oleh Budiman Chandra9
disebutkan antara lain: 1). Lingkungan fisik (physical environment)
Lingkungan fisik bersifat abiotik atau benda mati seperti air, udara,
tanah, cuaca, makanan, rumah, panas, sinar, radiasi dan lain-lain.
2). Lingkungan biologis (biological environment)
Lingkungan biologis bersifat biotik atau benda hidup, misalnya
tumbuh-tumbuhan, hewan, virus, bakteri, jamur, parasit, serangga, dan
lain-lain yang dapat berperan sebagai agen penyakit, reservoir inveksi,
vektor penyakit, dan hospes intermediate.
3). Lingkungan sosial (social environment)
Lingkungan sosial berupa kultur, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan,
agama, sikap, standar dan gaya hidup, pekerjaan, kehidupan
kemasyarakatan, organisasi sosial dan politik.
Lingkungan sosial10 terdiri dari :
a). Fisiososial, yaitu yang meliputi kebudayaan materil: peralatan,
senjata, mesin, gedung dan sebagainya.
b). Biososial manusia dan bukan manusia, yaitu manusia dan interaksi
terhadap sesamanya dan hewan beserta tumbuhan domestik dan
bahan yang digunakan manusia yang berasal dari sumber organik
c). Psikososial, yaitu yang berhubungan dengan tabiat manusia, seperti
sikap, pandangan, keinginan, keyakinan. Hal ini terlihat dari
kebiasaan, agama, ideologi, bahasa dan lain-lain.
d). Lingkungan komposit, yaitu lingkungan yang diatur secara
institusional, berupa lembaga-lembaga masyarakat.
Dengan pemahaman lingkungan hidup di atas, pelestarian lingkungan
hidup merupakan upaya pelestarian komponen-komponen lingkungan hidup
beserta fungsi yang melekat dan interaksi yang terjadi di antara komponen
tersebut.